Gentlemen Broncos
Gentlemen Broncos (2009) mengisahkan tentang seorang remaja penggemar fantasi yang menghadiri konvensi penulis, hanya untuk menemukan bahwa ide cerita yang paling pribadinya telah dicuri dan diubah menjadi karya seorang novelis mapan. Peristiwa itu memicu konflik lucu dan aneh antara si remaja yang lugu namun bertekad dan dunia penerbitan yang eksentrik, penuh tokoh-tokoh nyentrik dan situasi tak terduga. Kisah ini bermain dengan konsep plagiarisme kreatif sekaligus menyoroti bagaimana imajinasi muda mudah dieksploitasi oleh mereka yang sudah berkuasa.
Film ini sarat humor absurd dan visual aneh yang mempertegas nuansa satirnya; momen-momen canggung dan berlebihan justru menonjolkan kepekaan remaja terhadap identitas dan orisinalitas. Kejadian di konvensi menjadi panggung bagi karakter-karakter yang unik—mulai dari mentor yang sok tahu hingga fanatik genre yang berlebihan—yang semuanya memperumit perjalanan sang protagonis. Alur yang terkadang grotesk dan episodik menekankan konflik batin antara ingin diakui dan takut kehilangan diri sendiri.
Pada akhirnya Gentlemen Broncos adalah cerita tentang menemukan suara sendiri di tengah kebisingan dunia kreatif yang tak selalu adil. Lewat campuran komedi gelap dan keanehan sinematik, film ini mengangkat tema pencurian ide, harga kreativitas, dan pembentukan jati diri. Bagi penonton yang menikmati humor eksentrik dan satire terhadap budaya pop serta penulisan, film ini menawarkan pengalaman yang aneh tetapi mengena.
Available Audio
Available Subtitles
Cast
No cast information available.