Camelot
Camelot mengisahkan kebangkitan sebuah kerajaan yang tampak sempurna di bawah pemerintahan Raja Arthur, tempat para ksatria berkumpul di meja bundar untuk menegakkan nilai kehormatan dan keadilan. Di bawah gemerlap janji-janji idealisme, Arthur berusaha menciptakan tatanan baru yang adil, sementara para ksatria dan rakyat hidup dalam suasana harapan dan kebanggaan. Citra Camelot sebagai simbol kejayaan dan kebajikan menjadi pusat dari cerita yang sarat dengan cita-cita kesatria.
Namun kedamaian itu terancam ketika intrik politik mulai muncul dari dalam keluarga sendiri: Mordred, anak tidak sah yang ambisius, merancang cara untuk merebut tahta dan mengguncang pondasi kerajaan. Ketegangan semakin memuncak saat hubungan antara Ratu Guinevere dan Sir Lancelot berkembang menjadi keintiman yang menguji loyalitas mereka. Perselingkuhan dan pengkhianatan itu menghadirkan konflik batin, memecah persatuan para ksatria, dan menempatkan Arthur pada pilihan yang memilukan antara kasih, kehormatan, dan tanggung jawab sebagai raja.
Film ini menyorot benturan antara idealisme dan kelemahan manusia—bagaimana cinta, ambisi, dan kesalahan pribadi dapat meruntuhkan cita-cita besar. Dengan nuansa romantis dan tragedi yang mendalam, Camelot (1967) menyajikan gambaran dramatik tentang kejatuhan sebuah tatanan yang mulia, sekaligus menggugah refleksi tentang harga dari kekuasaan, pengabdian, dan pengampunan.
Available Audio
Available Subtitles
Cast
No cast information available.